Rabu, 15 Januari 2014

#Day-19 : Mata dan Bibir



Secara pribadi sebenarnya saya tidak punya kelebihan yang bisa saya banggakan, dengan tinggi hanya 150-an dan berat 40 Kg membuat saya selalu menjadi bahan celaan sahabat-sahabat dan teman-teman yang mengenal saya dengan kata “pendek”. Ya…saya terlahir dari ayah dan ibu yang memiliki postur sedang, jadi jika kami anak-anaknya tidak bisa memiliki tubuh yang tinggi, wajar-wajar saja kan….

Dengan wajah yang sedang-sedang saja, jujur…terkadang saya sering iri dengan teman-teman saya yang memiliki wajah yang cantik dan bersih sementara saya memiliki wajah yang penuh dengan tahi lalat yang entah dari mana datangnya sehingga membuat saya terkadang sangat tidak pede dalam pergaulan. Jika saya mengeluh pada sahabat-sahabat saya mereka bilang itu hanya perasaan saya saja, menurut mereka saya juga punya wajah yang manis……bener gak sich…? hehee…

Meski tidak memiliki wajah yang cantik, namun saya selalu bangga bentuk mata dan bibir saya. Awalnya saya tidak begitu menyadarinya namun setelah seseorang yang pernah ada dalam hidup saya dulu sangat mengagumi keduanya saya mulai sering mematut-matut diri di kaca. Narsis ya….ahahaa….
Gambar : Google

 Menurutnya ia suka mata saya yang bisa menggambarkan suasana hati saya saat ia menatapnya, terkadang garang namun terkadang sayu mendayu-dayu…. Benar atau tidak cuma dia yang tahu…hehe. Dia juga suka bibir saya yang menurut dia tipis dan manis, bila saya bicara dia suka dengan gaya tarik menarik yang dihasilkan oleh bibir saya, seksi katanya…..hihii, saya memang tidak terlalu suka menggunakan pewarna bibir dengan warna yang menyala, saya lebih nyaman dengan warna-warna pastel yang sesuai dengan kepribadian saya yang kalem. 

Tapi semua saya kembalikan kepada yang menilai saya ya, bisa saja ada diantara mereka yang malah menyukai bagian lain dari diri saya yang tidak dapat saya lihat, karena memang orang lain lah yang pantas menilai diri kita dari luar, bukan? 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar